BBM Subsidi Langka di Sulsel Bikin Antrean Mengular, Pertamina Ungkap Penyebab Sebenarnya
LambeTurahNews - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan mulai mengganggu aktivitas dan mobilitas masyarakat. Antrean panjang kendaraan bahkan dilaporkan mengular hingga ke bahu jalan dan memicu kemacetan di sejumlah titik.
Tak hanya membuat warga kesulitan mendapatkan BBM, kondisi tersebut juga berpotensi menghambat kelancaran distribusi logistik antar-daerah. Sejumlah masyarakat dari berbagai latar belakang mengeluhkan sulitnya memperoleh BBM, baik melalui SPBU resmi maupun pengecer.
Di tengah keluhan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan stok BBM di Kota Makassar dan sekitarnya dalam kondisi aman dan tercukupi.
Pertamina menyebut antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU bukan disebabkan oleh kekurangan stok, melainkan adanya lonjakan permintaan yang dipicu kepanikan masyarakat atau panic buying.
Pertamina Sebut Bukan Kelangkaan, tapi Panic Buying
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan persediaan BBM sebenarnya masih mencukupi.
“Sebenarnya tidak ada kelangkaan. Stok BBM kami pastikan sangat mencukupi. Kondisi yang terjadi di lapangan lebih disebabkan oleh panic buying, di mana masyarakat berbondong-bondong datang ke SPBU dalam waktu yang bersamaan,” ungkap Lilik.
Menurutnya, fenomena panic buying semakin terdorong oleh berbagai informasi yang beredar di tengah masyarakat. Salah satunya rumor mengenai kemungkinan pemadaman listrik berkepanjangan dan spekulasi terkait kelangkaan energi.
Informasi tersebut kemudian membuat sebagian masyarakat membeli BBM dalam jumlah lebih banyak dari kebutuhan normal untuk mengantisipasi kondisi yang mereka khawatirkan.
Konsumsi BBM Subsidi Meningkat, Pasokan Ditambah
Pertamina juga mencatat adanya peningkatan konsumsi BBM subsidi yang cukup signifikan. Kenaikan tersebut terutama terlihat dari sektor kendaraan angkutan barang dan logistik.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Pertamina mengaku telah meningkatkan penyaluran BBM ke sejumlah SPBU.
“Kami sudah meningkatkan volume penyaluran BBM ke SPBU sekitar 10 hingga 15 persen di atas rata-rata konsumsi harian normal. Pengiriman dari Fuel Terminal juga terus dioptimalkan agar pengisian tangki di SPBU berjalan cepat dan tanpa jeda,” lanjut Lilik.
Langkah tersebut dilakukan agar proses pengisian stok di SPBU dapat berlangsung lebih cepat sekaligus menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat.
Tag Terkait