Pemkot Makassar Cegah Aksi Anarkis, Andalkan 8.000 CCTV, Call Center 112, dan Kolaborasi Empat Pilar
Pemberdayaan Warga di Tingkat Lorong Juga Jadi Kunci
Appi menilai, pemberdayaan masyarakat di tingkat lorong punya peran strategis buat jaga keamanan, mengingat sebagian besar warga Makassar hidup dan berinteraksi dalam lingkungan lorong yang punya hubungan sosial cukup erat. Kondisi ini dinilai bisa jadi kekuatan buat bangun sistem deteksi dini berbasis masyarakat.
Nggak cuma soal keamanan, Munafri juga menekankan kalau kondisi ini punya dampak langsung ke pertumbuhan ekonomi kota. Jaminan keamanan dan kepastian hukum jadi salah satu pertimbangan penting buat investor maupun wisatawan yang mau berkunjung ke Makassar.
Menariknya lagi, upaya menjaga toleransi di Makassar juga menunjukkan hasil positif. Dari yang sebelumnya ada di peringkat ke-54 dalam indeks toleransi, sekarang Makassar udah naik ke posisi kesembilan.
Situasi Kamtibmas Membaik dalam Sepekan Terakhir
Sementara itu, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana menjelaskan, situasi kamtibmas di Makassar hingga Agustus menunjukkan perkembangan yang positif. Gangguan keamanan yang biasanya sering terjadi, kayak geng motor, balap liar, sampai perkelahian kelompok, tercatat mengalami penurunan.
"Dalam satu minggu terakhir ini ternyata geng motor cuma satu kali. Alhamdulillah, kalau sebelumnya satu hari bisa terjadi setiap hari," kata Arya.
Dalam periode yang sama, tercatat juga empat kali aksi balap liar dan empat kasus perkelahian kelompok. Dari berbagai penanganan kasus, polisi udah amankan sekitar 55 orang, dan sebagian di antaranya udah ditetapkan sebagai tersangka.
"Keamanan ini bukan hanya tugas kepolisian. Polisi jumlahnya sedikit. Tidak mungkin kita bisa menjaga keamanan dengan cepat kalau tidak dibantu kepedulian dan partisipasi masyarakat," ujarnya.
Unjuk Rasa 27 Agustus Berlangsung Kondusif di Makassar
Arya juga menyoroti soal pelaksanaan unjuk rasa yang berlangsung tertib. Dari 69 rencana aksi yang tercatat, cuma 25 aksi yang benar-benar terealisasi, dan sebagian besar cuma bawa isu lokal.
Puncaknya terjadi pada 27 Agustus 2026, saat aksi unjuk rasa berlangsung serentak di berbagai daerah Indonesia. Di Makassar sendiri, seluruh rangkaian aksi bisa diselesaikan sekitar pukul 18.00 WITA dalam kondisi aman, sementara di beberapa kota lain termasuk Jakarta, aksinya masih berlangsung.
"Bahkan kemarin tanggal 27 Agustus, yang memang menjadi puncaknya unjuk rasa seluruh Indonesia, kita bisa selesai pukul 18.00 WITA. Saat kota-kota lain masih melakukan unjuk rasa, bahkan Jakarta masih unjuk rasa, kita sudah selesai dengan kondisi yang kondusif," tutur Arya.
Menurutnya, capaian ini nggak lepas dari komunikasi intensif dan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, ormas, dan masyarakat. Ia berharap kolaborasi semua pihak bisa terus diperkuat demi menjaga Makassar tetap jadi kota yang aman, tertib, dan kondusif ke depannya.