Langsung ke konten
Makassar Makassar
News

Makassar Darurat Kekeringan, BPBD Salurkan Air Bersih ke 173 Titik dan 24.243 Warga Terdampak

Suroso & Nadifa
Makassar Darurat Kekeringan, BPBD Salurkan Air Bersih ke 173 Titik dan 24.243 Warga Terdampak

LambeTurahNews - Pemerintah Kota Makassar terus melakukan penanganan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar kini mendistribusikan air bersih secara rutin ke titik-titik yang mengalami krisis air.

BPBD Makassar menyalurkan air bersih ke sekitar 20 hingga 30 titik setiap hari. Langkah tersebut dilakukan setelah Pemkot Makassar menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan sejak 7 Agustus 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Fadli Tahar, mengatakan distribusi air menjadi langkah cepat pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.

“Yang paling pertama adalah secara jangka pendek, menyalurkan langsung air itu ke 173 titik itu setiap hari,” ujar Fadli, Kamis (27/8/2026).

173 Titik Kekeringan Tersebar di 27 Kelurahan

Berdasarkan hasil kajian cepat BPBD, terdapat 173 titik kekeringan yang tersebar di 27 kelurahan pada enam kecamatan.

Dampak kekeringan tersebut cukup luas. BPBD mencatat sekitar 24.243 jiwa terdampak akibat keterbatasan akses air.

Untuk memastikan penanganan berjalan terarah, BPBD mengaktifkan Posko Tanggap Darurat sebagai pusat koordinasi distribusi bantuan.

“Kita melibatkan semua stakeholder dalam satu namanya Posko Tanggap Darurat. Jadi kita buat Aktivasi Komando, semua terpusat satu pintu lewat BPBD,” jelas Fadli.

BPBD hingga TNI Dikerahkan

Penanganan krisis air di Makassar melibatkan sejumlah instansi. BPBD bekerja bersama Dinas Pemadam Kebakaran, PMI, PDAM, Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah kecamatan, TNI dan sejumlah pihak lainnya.

Dari sisi armada, BPBD mengerahkan tiga kendaraan untuk mengangkut air. Dinas Pemadam Kebakaran menurunkan lima armada, sementara kendaraan tambahan berasal dari DLH, kecamatan, TNI dan stakeholder lainnya.

“Kalau dari BPBD itu kita ada 3, 3 mobil. Dari Damkar ada 5, dari DLH juga ada, dari kecamatan juga ada, dari TNI juga ada turun,” kata Fadli.

Menurut dia, distribusi air hampir menyentuh seluruh wilayah yang masuk dalam peta terdampak.

Enam kecamatan dengan tingkat kekeringan tertinggi meliputi Tallo, Ujung Tanah, Tamalanrea, Biringkanaya, Panakkukang, dan Manggala.

Sementara itu, Kelurahan Buloa di Kecamatan Tallo tercatat sebagai wilayah dengan kondisi kekeringan paling parah berdasarkan pemetaan BPBD.

Berita Terkait